Kadisnaker Bone Membuka Sosialisasi Program Pengurangan Pekerja Anak

175

Sosialisasi Program Pengurangan Pekerja Anak (PPPA) dalam rangka mendukung Program Keluarga Harapan (PKH) dibuka oleh Kadis Ketenagakerjaan Kabupaten Bone, Drs.H. Alimuddin Massapa, M.H. di Wisma Tirta Kencana Watampone, Selasa, 2 Juli 2019.

Kadisnaker dalam sambutannya mengatakan, program Pengurangan Pekerja Anak yang digelar serentak di Bone, Sinjai, dan Wajo adalah upaya membangkitkan minat belajar khususnya anak putus sekolah usia 13-16 tahun agar dapat bersekolah kembali.

“Dalam program PPA ini, setiap 10 orang anak akan didampingi 1 orang pendamping dan didukung oleh inatansi terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Kemenag” jelasnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bone Drs.H.Alimuddin Massappa,M.H.

“Anak anakku sekalian, Orang tua mu telah menitipkan atau menyerahkan sepenuhnya kepada pendamping anak, untuk mendampingimu selama 7 hari agar kamu berminat dan bersemangat untuk bersekolah kembali, nasibmu kedepan ditentukan oleh kamu sendiri mungkin nanti diantara kalian ada yang jadi lurah, camat atau bupati,” ungkapnya.

“Oleh karena itu mulai sekarang harus tumbuhkan tekadmu untuk menimba ilmu kembali dengan bersekolah,” Harapnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan H.Bahtiar, mengatakan kegiatan yang serentak dilaksanakan di Bone, Sinjai, dan Wajo ini merupakan program tahunan Disnaker Provinsi Sulawesi Selatan.

Dia berharap program tersebut dapat mengurangi angka pekerja anak atau anak putus sekolah usia 13-16 tahun dan mendorongnya untuk bersekolah kembali.

“Program PPA-PKH ini juga menjadi salah satu indikator penilaian Kabupaten Layak Anak, oleh karena itu peran dan kerja sama semua pihak dalam mendorong pengurangan pekerja anak dan anak putus sekolah,” Harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Kabupaten Sinjai, Muh. Sabir Syur mewakili Kepala Dinas, mengharapkan Program PPA ini tetap berlanjut.

Oleh karena, lanjut Dia, selain dapat mengurangi angka anak putus sekolah, program ini dapat menambah pengetahuan dan wawasan anak, juga akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saat ini ada 160 anak putus sekolah di Sinjai yang dibina dan didampingi. Semoga angka anak putus sekolah di Sinjai ke depan semakin sedikit,” ungkapnya.

Kegiatan ini sinergitas Gerakan Masyarakat Lisu Massikola (Gemar Limas) tahun 2017 lalu. Gemar Limas adalah program penuntasan buta aksara. Selain itu, juga untuk menekan angka putus sekolah di Kabupaten Bone.